Thursday, July 30, 2009

belajar tentang listrik elektrostatis





Percobaan sederhana ini untuk membuktikan adanya muatan listrik di dalam sebuah benda.

Bahan: balon yang ditiup, kertas yang digunting menjadi potongan-potongan kecil, wadah untuk potongan kertas, kain wol/sweater.

Balon yang sudah ditiup digosok dengan kain wol, lalu didekatkan pada guntingan kertas di atas wadah. Terlihat potongan kertas terangkat dan menempel pada balon.

Ini menunjukkan bahwa balon yang digosok menjadi bermuatan listrik, sehingga dapat menarik potongan kertas tersebut.

Ikan Paus Bongkok (Humpback Whale)


Masih ingat tentang ikan paus? Kali ini Kasih menggambar salah satu ikan paus yang dibacanya dari buku "Ikan Paus."
Kasih berimajinasi sedang naik kapal di laut bersama adiknya, dan mereka melihat ikan paus bongkok di sana.

Monday, July 20, 2009

Kunjungan ke Museum Geologi Bandung, 19 Juli 2009





"Tyrex (Tyranosaurus Rex)-nya besar sekali!" demikian seruan anak-anak ketika melihat rangka binatang purba tersebut. Selama ini mereka melihatnya di buku-buku yang dibaca, tapi baru kali ini mereka melihat dinosaurus raksasa itu dalam ukuran yang (diperkirakan) sebenarnya.

Selain Tyranosaurus Rex, masih banyak lagi kerangka binatang-binatang purba yang dipajang di Museum Geologi Bandung ini. Ada kerangka ular phyton, gajah purba, badak jawa, kura-kura purba, dan lain-lain. Ada juga fosil-fosil binatang dan tumbuhan laut yang diperkirakan pernah hidup ribuan atau jutaan tahun yang lalu.

Di ruangan lain, anak-anak melihat bermacam-macam tengkorak manusia, yang diduga merupakan nenek moyang dari manusia yang ada pada masa kini.

Ketika melihat fosil dan kerangka binatang purba, Kasih dan beberapa temannya dapat menyebutkan banyak nama/sebutan binatang tersebut, misalnya Trycheratops, Pteronodon, Ichthyosaurus, dan lain-lain. Ternyata mereka masih mengingat apa yang dibaca di buku-buku selama ini, dan dapat menyebutkan kembali ketika melihat gambar dan kerangka binatang purba tersebut. Luar biasa ya ingatan anak-anak!

Thursday, July 16, 2009

Tas Rajutan


Ketika Kasih sudah menyelesaikan rajutannya, saya mengusulkan untuk membuat tas dari rajutan tersebut, dan dia setuju. Saya memberi tahu cara-caranya, dan dia mulai mengerjakannya. Untuk talinya, dia merajutnya dengan metode finger knitting.

Tas itu dapat memuat beberapa buku kecil. Kasih senang sekali memakainya, dan dia ingin memamerkannya juga di sini.. :)

Monday, July 6, 2009

Belajar tentang Ikan Paus

Beberapa waktu yang lalu, Kasih mendapat oleh-oleh dari paman dan bibinya buku tentang Ikan Paus. Setelah membacanya sampai selesai, Kasih menceritakan tentang berbagai jenis ikan paus yang dibacanya, kepada kami.

Berikut salah satu jenis ikan paus yang ditulis di buku itu:

Beluga (http://www.youtube.com/watch?v=JuBGnfaDLX8)

Friday, July 3, 2009

Anak-anak Musikal

Anak-anak kami termasuk anak yang musikal, yaitu anak yang suka mendengarkan musik, bernyanyi dan bersenandung ketika mereka melakukan suatu aktivitas.

Sejak kecil, Kasih suka sekali bermain sambil bersenandung. Ketika usia 4 tahun, Kasih sudah bisa menghafalkan do-re-mi dengan benar. Kasih ikut les piano, dan sangat menikmati ketika dia berlatih. Dia senang sekali ketika bisa menguasai lagu-lagu yang cukup sulit.



Anugrah juga suka bernyanyi sambil menyebutkan keinginannya. Kadang-kadang kami heran, bagaimana dia bisa mengarang sebuah senandung yang bagus, walaupun tidak ada liriknya... :-). Ketika belajar sesuatu, dia lebih menyukai hal-hal yang mengeluarkan bunyi dan lagu-lagu.



Mungkin penyebabnya adalah ketika mengandung mereka, saya suka mendengarkan lagu-lagu klasik maupun rohani, dan ayahnya suka memainkan alat-alat musik.

Kami belum tahu apakah kesenangan mereka terhadap musik itu akan berlanjut sampai mereka besar nanti... Saat ini, kami hanya bisa mengamati dan memfasilitasi saja.. Merekalah yang akan menentukan sendiri, akan menjadi seperti apa mereka nantinya...

Ketika Kasih terluka




Kami tidak pernah melarang anak-anak bermain di tempat terbuka dan mengeksplorasi alam, bahkan membiarkan mereka belajar hal-hal yang baru seperti memanjat dan berjalan di titian untuk belajar menjaga keseimbangan tubuh mereka.

Beberapa waktu yang lalu kami mengajak anak-anak bermain di taman sebuah sekolah. Kasih dan Anugrah senang sekali, karena mereka jarang bermain di lapangan rumput yang begitu luas. Mereka berlari ke sana kemari, memanjat pohon, dan berjalan di pinggir taman yang letaknya lebih tinggi dari lapangan. Ketika memanjat pohon, saya sempat khawatir anak-anak terjatuh. Tapi akhirnya saya hilangkan kekhawatiran itu, dan membiarkan mereka bermain di pohon yang rendah, agak jauh dari tempat kami piknik.

Tiba-tiba terdengar jeritan Kasih. Saya dan suami langsung menoleh ke arah suara itu. Ternyata Kasih terjatuh dari dahan pohon yang tingginya kurang lebih 1 meter dari tanah. Meskipun tanahnya agak berumput, tetap saja Kasih terluka mulai dari dagu sampai ke hidungnya. Gusi dan bibirnya berdarah, dan giginya sebagian goyang.

Selain mengobati lukanya, kami juga membawanya ke dokter gigi. Dokter gigi menyarankan agar gigi tersebut di-foto. Syukurlah, hasil foto tidak memperlihatkan adanya akar gigi yang rusak atau gigi yang patah.

Kejadian kali ini membuat saya agak shock juga, sehingga beberapa waktu ini agak protektif terhadap kegiatan anak-anak yang terlihat menimbulkan bahaya. Setidaknya saya perlu terus memperingatkan mereka agar lebih berhati-hati.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...