Tuesday, April 30, 2013

Belajar Blogging: Siapa Yang Tidak Mau??

Aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Kegiatan sehari-hari yang kulakukan adalah aktivitas rutin rumah tangga dan menjadi teman dan fasilitator bagi kedua anak kami yang bersekolah di rumah (homeschooling).

Sejak kecil aku suka menulis catatan harian/diary dan setelah mengenal internet aku suka menulis blog. Blog yang kubuat sejak tahun 2009 ini merupakan catatan kegiatan keluarga kami, sekaligus portofolio homeschooling anak-anak kami. Di sela-sela kesibukan aku menyempatkan untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang sempat kutuliskan. Dengan blog gratisan dari blogspot, aku bisa menuangkan keinginan untuk menulis dan menyimpan setiap momen yang akan kuingat selamanya.

Keinginanku yang terbesar saat ini adalah meningkatkan kemampuan dalam bidang-bidang yang kusukai dan memberi manfaat sebanyak mungkin bagi orang lain. Kadang-kadang kurasa bahwa keinginan itu terlalu tinggi, tapi aku tetap meyakini: di mana kemauan di situ ada jalan. Semangat!

Beberapa waktu lalu aku mengajukan diri menjadi relawan untuk mendesain layout blog di majalah Proaktif-Online. Tujuan utamanya sebenarnya supaya aku terpacu untuk terus belajar dalam hal blogging, sekaligus menyalurkan hobby mengutak-atik blog. Tak disangka, ternyata teman-teman memberi kesempatan, yang membuatku senang sekaligus kuatir. Senang karena aku bisa berkontribusi di bidang yang kusuka, tapi kuatir karena kemampuanku dalam hal desain blog masih sangat minimal.

Ketika membaca informasi Workshop online membuat blog dari Digital Mommie, aku pikir ini mungkin kesempatan bagiku untuk belajar dan meng-upgrade kemampuan dalam membuat blog. Kalau memang diizinkan oleh Tuhan, aku ingin belajar banyak dari workshop ini.

Beberapa topik yang aku ingin pelajari lebih dalam adalah cara membedakan dan membuat post/pages, ilustrasi konten, instalasi template, template designer & favicon, mengolah foto, audio, dan video, header dan background, dan integrasi dengan media sosial (FB, twitter, dll).

Kesempatan mungkin tidak akan datang dua kali, jadi aku memberanikan diri menuliskan note ini. Mudah-mudahan aku bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam blogging, dan hasilnya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih.

DMbannerGiveaway

Saturday, April 20, 2013

Membuat Api Dengan Kaca Pembesar

Halo, apa kabar?

Setelah lama tidak menulis di blog, di beberapa postingan selanjutnya saya mencoba menuliskan lagi kegiatan anak-anak kami. Kebanyakan yang bisa saya rekam adalah kegiatan membuat percobaan atau eksperimen.

Kali ini anak-anak mencoba membuat api dengan menggunakan loop (kaca pembesar). Mereka mendapat benda 'ajaib' ini sebagai oleh-oleh dari ayah dan dari rumah eyang mereka di Solo.

Kenapa saya menyebutnya sebagai benda ajaib? Karena kaca pembesar bisa mengumpulkan panas matahari dan mengubahnya menjadi api. Api beneran, yang bisa membakar? Iya dong, memangnya ada api yang lain, hehehe..

Trus, syaratnya apa dan caranya bagaimana?

Syaratnya: Ketika melakukan percobaan mesti ada cahaya matahari langsung/ cuaca harus cerah. Caranya gampang, arahkan satu sisi kaca pembesar ke cahaya matahari, dan satu sisinya lagi ke kertas/daun kering. Gerakkan kaca pembesar mendekati atau menjauhi matahari sehingga terlihat ada satu titik di kertas atau daun kering. Kalau sudah kelihatan satu titik, jagalah agar posisi kaca pembesar tidak bergeser. Perhatikan deh, dalam beberapa detik akan muncul api dan membakar kertas atau daun itu.

Hal-hal yang perlu diwaspadai, jangan menggunakan terlalu banyak daun kering, karena api akan mudah membesar dan menyebar ke mana-mana. Selain itu, dipastikan adanya pengawasan orang dewasa/orang tua ketika melakukan percobaan ini.

Yuk, dicoba! Pasti menyenangkan bermain sambil belajar..

Membuat Api1

Membuat Api2
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...