Showing posts with label Aktivitas. Show all posts
Showing posts with label Aktivitas. Show all posts

Friday, October 12, 2012

Pinguin dari Botol Bekas

Salah satu kebiasaan anak-anak adalah mengumpulkan barang bekas seperti botol-botol plastik bekas minuman ringan atau air mineral, kantong plastik, pembungkus, atau karton susu. Biasanya setelah digunakan, barang-barang itu dicuci dan dikeringkan, lalu dimasukkan ke dalam kardus bekas.

Kadang-kadang pusing juga karena barang-barang bekas jadi menumpuk di rumah dan tidak tahu harus dibuang ke mana. Kalau ada pemulung biasanya kami berikan, tetapi tidak semua pemulung mau menerima jenis barang tertentu.

Salah satu solusi yang mungkin adalah menggunakan kembali barang tersebut setelah di-'daur ulang'. Proses daur ulang yang kami lakukan adalah membuat barang-barang kerajinan/craft dari barang bekas itu.

Ide kerajinan tangan kali ini adalah membuat pinguin dari botol bekas minuman ringan (Coke). Sumber idenya bisa dilihat di berbagai blog/website, tapi yang kami gunakan bersumber dari sini.

Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  1. Botol bekas minuman ringan (Coke) 2 buah
  2. Cat akrilik/PVA putih, hitam, dan berbagai warna
  3. Vernis
  4. Kuas
  5. Spidol hitam
  6. Benang wool
  7. Kain bekas untuk syal pinguin
  8. Gunting

Cara pembuatan:

  • Cuci bagian luar dan dalam botol, lalu keringkan
  • Potong botol yang satu menjadi dua bagian sama panjang seperti gambar di bawah ini
sumber: di sini


  • Potong botol yang lainnya seperti gambar di bawah ini:

sumber: di sini

  • Cat bagian luar botol dengan cat dasar warna putih
  • Gambar perut pinguin dengan spidol hitam seperti gambar di bawah ini
sumber gambar: di sini

  • Cat bagian perut dengan warna putih. Hati-hati agar tidak melewati garis pembatas
sumber gambar: di sini

  • Cat bagian luar dan kaki pinguin dengan warna hitam

  • Cat bagian atas/kepala pinguin dan hiasi

  • Gambarkan mata dan paruh pinguin pada bagian perut (yang berwarna putih)
  • Setelah cat mengering, lapisi dengan cat vernis agar mengkilap (opsional)
  • Buat pompom dengan menggunakan benang, tempelkan ke bagian atas kepala pinguin
sumber gambar: di sini

  • Hiasi dengan 'syal' yang terbuat dari kain bekas

 Pinguin telah selesai dan bisa digunakan sebagai tempat alat tulis dan gunting..

sumber foto: dokumen pribadi dan pinguin de garafa pet

Monday, July 9, 2012

Perlombaan 17-an di RW

Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan RI yang ke 67, RW akan mengadakan berbagai perlombaan untuk anak-anak dan dewasa, yang akan diadakan pada tanggal..... Perlombaan-perlombaan untuk anak-anak adalah..... Demikianlah kira-kira pemberitahuan yang disampaikan oleh panitia HUT Kemerdekaan RI ke 67, yang kami baca pada selebaran yang dibagikan ke rumah-rumah. Ketika membaca selebaran itu, saya bertanya kepada Kasih apakah dia ingin ikut perlombaan. Kasih langsung mengiyakan, karena dia memang suka mengikuti berbagai kegiatan seperti itu. Tahun lalu dia ikut perlombaan yang aneh, yaitu menjilat permen yang ditempelkan ke mukanya, dan berhasil mendapat hadiah :)).

Perlombaan tahun ini adalah memasukkan pensil ke dalam botol, menangkap belut, dan balap karung, yang dilakukan secara estafet oleh seorang anak. Pensil diikatkan dengan tali ke pinggang anak, lalu dia harus memasukkannya ke dalam botol tanpa memegangnya.

Memasukkan paku ke dalam botol

Setelah berhasil memasukkan paku, berlomba makan kerupuk. Seperti biasa, kerupuk digantung dengan tali dan anak harus menghabiskannya tanpa memegangnya.

Lomba makan kerupuk

Selanjutnya, anak itu harus berlari ke sebuah ember yang berisi ikan-ikan belut dan mengambil seekor belut dan memasukkannya ke ember lain di tempat yang sudah disiapkan oleh kakak-kakak panitia. Kejadian yang seru di sini adalah ketika belut yang mereka bawa meluncur dari tangannya dan jatuh ke lantai, dan anak-anak berusaha untuk mengambil kembali belut yang licin itu.

Menangkap belut yang lepas
Setelah berhasil memindahkan lima ekor belut, dia harus berlari mengambil karung dan memakai karung itu, kemudian berlari menuju garis finish. Anak yang pertama mencapai garis finish adalah pemenangnya.

Balap Karung

Pertandingan berlangsung agak lama karena banyaknya peserta yang ikut. Pemenang pada babak penyisihan harus mengikuti pertandingan yang sama untuk babak semi final, dan anak yang menang pada babak semi final akan diadu lagi untuk pertandingan akhir. Agak membosankan memang, karena pertandingan yang sama harus dilakukan berulang-ulang. Tetapi anak-anak tetap bersemangat melakukannya, terlebih juga karena semua anak mendapat goodie bag, meskipun mereka tidak menang. Pintar sekali panitianya, bukan?

Ternyata ada empat orang anak yang masuk ke final termasuk Kasih. Pada perlombaan terakhir akhirnya Kasih menjadi juara ke tiga. Meskipun lelah, Kasih merasa puas karena bisa menyelesaikan perlombaan dan mendapat hadiah. Siapa bilang anak homeschooling tidak bisa berkompetisi? Saya pikir itu bergantung pada kepribadian tiap anak, karena terbukti Kasih termasuk anak yang suka berkompetisi.

Sunday, June 10, 2012

Angry Bird

Anak-anak sedang demam angry bird. Awalnya saya tidak paham apa itu angry bird, sampai suatu kali mencari game yang cocok di chrome store dan tertarik untuk mengunduh angry bird. Ternyata permainannya cukup seru, yaitu bagaimana kelompok burung yang marah berusaha mengalahkan kelompok babi yang mencuri telur-telur mereka. Dengan menggerakkan ketapel dan mengarahkan ke tempat para babi, kita berusaha menghancurkan mereka dan memperoleh nilai.

Sambil bermain maupun ketika tidak bermain, kami berdiskusi tentang bagaimana memposisikan ketapel, baik arah maupun tarikan, agar bisa tepat mengenai sasaran. Kasih belajar bahwa untuk letak sasaran yang berbeda maka tarikan maupun arah akan berbeda. Sambil bermain bisa belajar tentang fisika juga, ya?

Selain main game, anak-anak juga membaca beberapa komik tentang angry bird di internet, yang menceritakan kisah-kisah angry bird dalam berbagai episode. Tak jarang saya merasa kagum dengan para pembuat angry bird yang bisa membuat kisah yang begitu memukau sehingga anak-anak merasa tertarik untuk membacanya. Kadang-kadang saya meminta mereka untuk menceritakan kisah yang baru mereka baca, ketika kami sedang santai atau dalam perjalanan ke suatu tempat. Meskipun belum bisa membaca, Anugrah bisa menceritakan kisahnya sesuai dengan imajinasinya ;).

Sementara itu, Anugrah yang suka dengan craft mencari banyak pola-pola angry bird di internet untuk kegiatan craft-nya. Pola-pola itu diwarnai, lalu digunting dan direkatkan sehingga menjadi boneka-boneka angry bird. Tak lupa juga dia memintaku membuat boneka angry bird rajutan. Bunda yang malas, hanya bisa membuat satu boneka angry bird kuning, sementara anak-anak sudah membuat banyak boneka angry bird dari kertas. Boneka-boneka angry bird itu juga mereka gunakan untuk bermain 'game' angry bird 3D, yaitu angry bird boneka :)).

Dari satu topik yang disukai, anak-anak bisa belajar banyak hal, mulai dari fisika, bercerita, craft, maupun berimajinasi. Saya pikir banyak hal yang bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan, bahkan dengan demikian mereka lebih ingat dan lebih menyukai pelajaran tersebut, karena diperkenalkan sesuai dengan minat dan pemahaman mereka.

Angry Bird Rajutan dan Craft Gunting-Tempel

Monday, February 27, 2012

Kesetimbangan

Bisakah kamu membuat sebutir telur berdiri di atas meja? Atau bisakah botol berdiri di atas meja dalam posisi miring?

Kasih mencoba melakukan ini dengan menebarkan sedikit garam di atas meja, lalu dengan konsentrasi penuh menegakkan sebutir telur mainan di atasnya. Setelah mencoba berkali-kali akhirnya telur bisa berdiri. Selain itu Kasih juga mencoba dengan botol dan batere, dengan mencoba membuat botol dan batere berdiri dalam posisi miring.

Agar kelihatan lebih 'hebat', setelah telur dan botol itu bisa 'berdiri', tiuplah sisa-sisa garam di sekeliling botol dan telur sehingga teman-temanmu tidak bisa melihatnya dan mereka takjub karena kamu bisa membuat sebuah pertunjukan sulap yang hebat! :)

Telur bisa berdiri di atas meja

Batere berdiri dalam posisi miring

Botol pun bisa berdiri dalam posisi miring :)

Saturday, February 25, 2012

Pentas Tari Bali

Kasih belajar Tari Bali di Sanggar Tari Bali Natya Nataraja Bandung. Beberapa hari yang lalu Kelompok Maha Gotra Ganesha ITB mengadakan Pentas Tari Bali X, dan Kasih bersama tiga orang temannya mempertunjukkan tarian Manuk Rawa. Tarian ini mengisahkan tentang burung-burung air yang bermain bersama teman-temannya.

Semoga bisa dinikmati... :)


Thursday, November 10, 2011

Guinea Pig/Tikus Belanda/Marmut

Awal bulan Oktober yang lalu, Kasih dan Anugrah mendapat hadiah sepasang Guinea Pig (Ind: Tikus Belanda/Marmut) dari seorang teman. Mereka sangat senang, dan memberi nama Bell U untuk yang jantan dan Marmer untuk yang betina.


Kami banyak belajar tentang Guinea Pig selama memelihara Bell U dan Marmer. Kasih mulai mencari di internet tentang taksonomi/klasifikasi hewan untuk Guinea Pig. Selama ini kami menyebut binatang itu marmut, tetapi ternyata guinea pig berbeda dengan marmut/marmota. Keduanya termasuk  order Rodentia, tetapi Guinea pig merupakan family/keluarga Caviidae, sedangkan Marmota merupakan keluarga Sciuridae. Nama latin guinea pig adalah Cavia porcellus. Tetapi kami tetap menyebutnya marmut, mengikuti nama yang umum dipakai di Indonesia.

Selain belajar tentang taksonomi, kami juga belajar tentang jenis kelamin guinea pig. Guinea pig jantan memiliki penis yang dapat dilihat ketika kita menekan perutnya, pada betina akan terlihat lubang kelamin dan dua puting susu. Ketika marmut betina mengandung, Kasih belajar mengamati perubahan fisiknya. Terlihat perutnya membesar dan bentuk tubuhnya berbeda dengan marmut yang jantan.

Marmut jantan / male guinea pig

Marmut betina/ female guinea pig

Pada hari ke-31 kedua marmut berada di rumah kami, tepatnya pada tanggal 5 November 2011, Marmer melahirkan anak-anaknya. Pada awalnya kami tidak memperhatikan adanya kejanggalan, tetapi seharian kedua marmut ribut meskipun sudah diberi makan. Ketika Kasih menengok ke tempat marmut berada, ternyata seekor bayi marmut telah lahir. Selang beberapa menit kemudian lahirlah bayi kedua. Sang induk menjilati anak-anaknya untuk membersihkan bulu-bulu mereka yang basah. Setelah itu kami melihat kejadian yang langka, induk marmut memakan plasentanya sendiri!

Kasih juga belajar bertanggung jawab dengan memberi makan marmut-marmutnya setiap hari, bahkan dia rela mencari rumput-rumput untuk makanan mereka. Suara-suara mereka pun ditirukannya, sehingga kadang-kadang saya terkecoh :).




Monday, August 15, 2011

Membuat Tempat Makanan Burung (Daur Ulang Karton Bekas Susu)


Karton bekas susu merupakan salah satu limbah (baca: sampah) yang banyak dihasilkan di rumah tangga, yang mengkonsumsi susu cair. Karton bekas susu termasuk kategori sampah yang bisa di-recycle (daur ulang), tetapi saya belum mendengar pemerintah kita sudah melakukannya sampai saat ini.

Karton bekas susu bisa dimanfaatkan lagi (dari pada dibuang dan jadi limbah) menjadi berbagai macam barang yang berguna. Salah satunya adalah membuat tempat makan burung. Caranya:
1. Potong kotak bekas susu (ukuran 1 liter) setinggi kurang lebih 10 sentimeter dari dasar karton.
2. Potong bagian rusuknya sepanjang kurang lebih 5 (lima) sentimeter dan lipat keluar
3. Buat lubang di kedua belah sisi yang tidak terlipat dan masukkan ranting kayu untuk tempat burung bertengger
4. Buat lubang di ke-empat sisi untuk tali penggantung
5. Jika perlu, buat penutup/atap dari karton/kardus bekas yang dipotong segi empat dan ikatkan ujung-ujung tali penggantung pada keempat sisinya.
6. Isi karton dengan makanan burung
7. Gantung di atas pohon yang sering didatangi oleh burung-burung.

Kegiatan membuat tempat makan burung bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk anak-anak, sekaligus mengajar mereka untuk mencintai makhluk ciptaan Tuhan.

Wednesday, August 10, 2011

Membuat Kue Putri Salju


Anak-anak suka membuat kue, karena kegiatan itu membuat mereka sibuk, mulai dari mempersiapkan bahan, mencampur adonan, mencetak, sampai menyajikan.

Kue putri salju adalah salah satu makanan favorit anak-anak. Mungkin karena ada taburan gula halus yang terasa manis di lidah, atau karena teksturnya yang renyah. Apa pun alasannya, mereka ingin membuat kue itu kali ini.

Bahan-bahannya juga mudah didapat, yaitu :
Margarin 200 gram
Tepung terigu 200 gram
Gula pasir 50 gram
Kuning telur 1 butir
Gula halus untuk taburan
Kacang tanah kupas 100 gram, dihaluskan

Cara membuatnya:
- Kocok margarin dengan gula pasir
- Masukkan kuning telur, kacang tanah, dan tepung terigu sambil diaduk rata.
- Uleni adonan sampai merata, lalu bulatkan.
- Dinginkan adonan di dalam lemari es selama kurang lebih 30 menit
- Cetak sesuai dengan bentuk yang disukai
- Panggang di dalam oven hingga berwarna kuning kecoklatan
- Taburi gula halus sampai permukaan kue menjadi putih
- Kue siap dihidangkan!

Monday, August 1, 2011

Belajar Menulis Angka


Anugrah sekarang berusia 4 tahun 8 bulan. Dia suka bermain, belajar sambil bermain, dan melakukan aktivitas yang disukainya sepanjang hari, yaitu bermain, hehehe...

Tidak seperti anak-anak lain seusianya, sampai saat ini kami belum mengajarkan membaca dan menulis secara intensif. Belajar dilakukan sambil bermain, pada saat dia tertarik, tetapi tidak dipaksakan.

Hari itu Anugrah melihat sebuah easel board (papan tulis yang dapat dihapus dengan cara menarik sebuah alat di bagian bawah papan) kepunyaan sepupunya. Dia melihat alat tersebut bisa ditulisi dan dihapus dengan mudah. Anugrah mencobanya dengan menuliskan angka-angka di papan tersebut, dan dia mencoba menulis angka nol sampai lima. Beberapa kali saya melihat dia menghapusnya, karena ada sedikit kesalahan penulisan. Saya melihat bahwa dia termasuk anak yang perfeksionis, sehingga sedikit kesalahan membuatnya harus mengulang dari awal.

Menarik kesimpulan dari pengamatan itu, akhirnya kami memutuskan untuk tidak membelikan easel board, agar dia belajar untuk percaya diri tanpa harus mengulang-ulang pekerjaannya, walaupun tidak sempurna. Mudah-mudahan keputusan ini yang terbaik buatnya.

Membuat Pizza


Kasih sedang mencari-cari aktivitas, ketika melihat cara membuat pizza di salah satu situs di youtube. Dia langsung tertarik untuk membuatnya, dan meminta saya untuk menyediakan bahan-bahannya.

Setelah semua bahan tersedia, Kasih mulai membuat adonan pizza (pizza dough). Bahannya antara lain tepung terigu, garam, olive oil (minyak zaitun), air, ragi, dan madu. Setelah dicampur, adonan diuleni sampai kalis lalu dibiarkan beberapa saat. Setelah itu Kasih membuat roti pizza dan menaruh bahan-bahan topping di atasnya, lalu dipanggang di dalam oven.

Setelah matang, hasilnya tidak mengecewakan. Rotinya renyah dan rasanya enak. Yummy...

Sunday, July 31, 2011

Tantangan 30 Hari Klub Oase

Ketika membaca 'Tantangan 30 Hari' dari Klub Oase, senang sekali rasanya. Pasti ada banyak hal baru yang diperoleh melalui tantangan ini. Ternyata isinya adalah membuat dokumentasi kegiatan anak-anak selama 30 hari, mulai tanggal 1 Agustus 2011. Dokumentasi yang dibuat adalah dalam bentuk foto/kolase.



Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, orang tua semakin terdorong untuk mendokumentasikan kegiatan anak-anak mereka dalam bermain dan belajar. Selain itu, saya berharap semakin terbangun pemahaman orang tua terhadap anak-anak mereka, selain rasa sayang yang semakin mendalam terhadap anak-anak kita. Juga kreativitas orang tua meningkat dengan mencari kegiatan yang bermanfaat bagi anak setiap hari. Wah, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari tantangan ini.

Belum tahu apakah kami bisa melakukannya secara konsisten, tapi saya berharap dengan event ini kreativitas saya dan kemampuan anak-anak semakin terasah.

Info kegiatan: di sini

Friday, July 8, 2011

Membuat Play Dough






"Bunda, bikinkan play dough," pinta Anugrah suatu hari. Beberapa waktu yang lalu Anugrah diajak temannya bermain dengan lilin mainan (malam) yang bisa dibuat berbagai macam bentuk. Sebenarnya kami sudah sering membuat play dough, tetapi play dough tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi karena kering. Karenanya hari itu kami membuatnya lagi.

Resep play dough yang kami buat adalah:
- Tepung terigu (protein tinggi) 1 cup
- Garam 1/2 cup
- Air 1 cup
- Minyak goreng 1 tbsp
- Cream of Tartar 1/2 tbsp (optional)
- Pewarna makanan secukupnya

Cara membuat:
1. Campur tepung terigu, garam, minyak goreng, dan cream of tartar.
2. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
3. Masak adonan di atas api kecil sambil diaduk sampai berubah menjadi seperti adonan donat.
4. Angkat adonan dan bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah pewarna yang ingin ditambahkan.
5. Campur pewarna ke dalam salah satu adonan dan uleni dengan tangan sampai kalis (tidak lengket di tangan). Lakukan hal yang sama dengan adonan yang lain, dengan warna yang berbeda-beda.
6. Play dough siap dipakai :)
7. Simpan di wadah yang kedap udara. Play dough ini akan tahan selama beberapa bulan.

Membuat Donat

"Mau bikin donat?" tanya saya kepada anak-anak suatu hari. "Mau, Bunda," jawab Kasih. Kami memilih untuk membuat donat kentang. Bahan-bahan sudah tersedia kecuali minyak goreng. Karena minyak merupakan kebutuhan yang terakhir, kami mempersiapkan adonan terlebih dulu sebelum membeli minyak. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
- Tepung terigu protein tinggi 500 gram
- Ragi instan 1 bungkus
- Kentang 250gram, dikukus dan dihaluskan
- Gula pasir 100 gram
- Kuning telur 3 butir
- Margarin 100 gram
- Garam 1 sendok teh
- Susu bubuk
- Air dingin 100 ml
- Muisjes (choco-rice)
- Minyak goreng untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tepung terigu, ragi instan, gula pasir, susu bubuk, dan garam.
2. Masukkan kuning telur, margarin dan garam, lalu diaduk dengan sendok atau tangan.
3. Masukkan kentang yang sudah dihaluskan, lalu diuleni dengan tangan sampai kalis.
4. Tutup adonan dengan kain basah selama beberapa waktu (kurang lebih 30 menit)
5. Bentuk adonan menjadi bentuk donat (atau sesuai selera)
6. Goreng di dalam minyak panas sampai kuning keemasan.
7. Oleskan margarin dan taburi muisjes.

Kasih membentuk salah satu donatnya seperti bunga, lalu mengisinya dengan muisjes dan kemudian menggorengnya. Hasilnya seperti ini:

Wednesday, June 8, 2011

Menonton Travel Mart 2011

Travel Mart adalah ajang pameran para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung atau yang lebih dikenal sebagai NHI (EnHaI). Mereka mempertunjukkan berbagai produk kebudayan daerah-daerah di Indonesia, yang nantinya akan dinilai oleh para juri.

Pada tanggal 31 Mei yang lalu anak-anak dari kelompok Belajar Bersama datang ke Travel Mart untuk meyaksikan pameran kebudayaan daerah-daerah tersebut. Mereka melihat mulai dari rumah tradisional tiap daerah, makanan, pakaian, bahasa, dan seni budaya daerah-daerah tersebut. Menarik, karena mereka melihat bahwa Indonesia begitu kaya dengan warisan budaya yang luhur, yang sepatutnya dibanggakan dan dipromosikan ke seluruh dunia.

Berikut beberapa foto yang diambil pada event Travel Mart 2011.




Thursday, April 28, 2011

Konser Piano

Kasih sudah hampir 4 tahun belajar piano. Dia belajar secara private dengan seorang guru yang baik dan sabar. Keinginan kami adalah mengembangkan kekuatannya, mungkin dalam hal ini adalah kemampuan bermain musik, sehingga dapat digunakan untuk kebaikan semua orang.

Beberapa waktu yang lalu kami mendapat kabar bahwa CCF (Pusat Kebudayaan Perancis) Bandung akan mengadakan acara "Hari Bermusik" untuk para pemusik pemula. Acara akan diadakan pada tanggal 16 April 2011. Kasih mendaftar untuk ikut acara tersebut. Kami senang karena ternyata beberapa anak homeschooling juga ikut mendaftar menjadi peserta acara. Guru piano Kasih mempersiapkan Kasih untuk memainkan satu lagu yang berjudul "Last Rose of Summer."

Ketika tiba harinya, Kasih memainkan lagu tersebut dengan cukup baik, dan menurutnya dia tidak demam panggung sedikitpun. Syukurlah, karena pelajaran yang terutama adalah keberanian berhadapan dengan publik, dan itu sudah dilewatinya. Mudah-mudahan ke depannya akan lebih berani dan lebih baik lagi.

Thursday, March 31, 2011

Membuat Kertas Daur Ulang


Kertas-kertas bekas merupakan barang yang tidak asing di rumah kami. Berhubung anak-anak belajar di rumah, kami banyak sekali menggunakan kertas untuk berbagai aktivitas, mulai dari menggambar, membuat kerajinan tangan, sampai mem-print lembar kerja anak-anak. Tak heran begitu banyak kertas tersimpan di rumah. Kalau ada kertas yang sudah tidak digunakan, biasanya kami langsung membuangnya ke tempat sampah sebelum menggunung di rumah.

Sebenarnya sudah ada keinginan untuk mendaur ulang kertas itu, tetapi peralatannya belum ada pada waktu itu (sebenarnya sederhana sekali, tapi memang karena ;kemalasan' akhirnya keinginan tertunda sangat lama).

Setelah ada tekad yang kuat, barulah saya mengajak anak-anak untuk membuat kertas daur ulang. Dimulai dengan melihat-lihat internet dan menemukan beberapa situs dan video yang menarik tentang daur ulang. Selanjutnya mempersiapkan alat-alat, dan mulai melakukan.

Alat-alat yang dibutuhkan adalah:
1. Blender
2. Penyaring dari kayu berbentuk segi empat dan di bagian bawahnya ditempelkan kain berlubang(bisa dibuat di tukang kayu)
3. Kontainer yang cukup besar
4. Sendok kayu
5. Papan tempat meletakkan dan menjemur kertas daur ulang

Bahan-bahan:
1. Kertas bekas
2. Air
3. Bunga-bunga dan daun-daunan yang bisa didapat di sekitar rumah
4. Tepung maizena (tidak wajib)

Cara kerja:
1. Kertas disobek-sobek dan dimasukkan ke dalam blender (tambahkan bunga-bunga dan daun-daunan jika mau)
2. Air dituangkan ke dalam blender
3. Tutup blender dan nyalakan selama beberapa saat, sampai terbentuk bubur kertas
4. Letakkan penyaring kayu di dalam kontainer
5. Tuangkan bubur kertas ke atas penyaring dan ratakan dan padatkan dengan sendok kayu.
6. Balikkan penyaring dan keluarkan bubur kertas yang sudah padat dengan bantuan papan
7. Jemur/angin-anginkan kertas sampai kering
8. Kertas siap digunakan kembali

Awalnya memang hasilnya tidak terlalu bagus, dibutuhkan latihan beberapa kali sampai diperoleh hasil yang cukup memuaskan.

Saturday, January 22, 2011

Bagaimana Mengeluarkan Kertas Dari Botol Tanpa Menyentuhnya?

Permainan ini bisa menjadi ice breaker dalam pertemuan anak-anak, karena seru dan membuat anak-anak ingin mencobanya terus-menerus. Alatnya hanya sebuah botol dan selembar kertas/tissue.

Remas-remas selembar kertas menjadi seperti kelereng dengan ukuran lebih kecil dari leher botol yang digunakan. Letakkan botol di atas meja dalam posisi berbaring, lalu taruh kertas yang sudah berbentuk kelereng di dalam leher botol (pada jarak kurang lebih 1cm dari mulut botol). Minta anak-anak untuk mengeluarkan kertas dari dalam botol tanpa menyentuhnya dengan tangan/jari atau benda apa pun.

Mau tau caranya: silakan dilihat video ini.

Monday, January 10, 2011

Simulasi Gunung Berapi



Percobaan sains memang mengasyikkan, apalagi jika dapat dilakukan dengan mudah dan bahan-bahannya sudah tersedia. Kali ini Kasih dan Anugrah ingin mengetahui bagaimana gunung berapi mengeluarkan lava. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah botol atau kontainer kecil bekas rol film atau minuman ringan, tanah, baking soda, pewarna (merah), dan cuka. Alat yang digunakan adalah penggali tanah.

Kegiatan dilakukan di pekarangan belakang rumah. Kasih dan Anugrah (bersama bunda) menggali tanah dan membuat 'gunung', kemudian gunung tersebut dilubangi bagian tengahnya untuk memasukkan botol kecil ke dalamnya. Selanjutnya baking powder dan pewarna makanan dimasukkan ke dalam botol. Setelah itu cuka dituangkan ke atas baking soda. Berdirilah agak jauh dari 'gunung' tersebut, dan perhatikan apa yang terjadi.



Setelah cairan yang keluar dari 'gunung berapi' mengering, terjadi timbunan kerak seperti gambar berikut:



Seru kan? Ayo dicoba..!! :)

Saturday, January 8, 2011

Anugrah dan Kendaraan Besar

Ada seorang anak laki-laki berusia empat tahun, namanya Anugrah. Dia senang sekali dengan berbagai jenis kendaraan besar, mulai dari truk, kereta api, sampai kendaraan lapis baja. Jika diamati, kebanyakan anak laki-laki seusia Anugrah memang sangat menggemari kendaraan seperti itu. Beberapa orang teman bercerita bahwa ada beberapa anak laki-laki mereka, ketika seusia Anugrah suka mengoleksi mainan kendaraan besar.

Setiap kali bertemu dengan kendaraan besar yang tidak biasa, biasanya Anugrah mengajak kami untuk mendekatinya. Dia memang tidak langsung mau naik ke atas kendaraan itu, sekalipun pengendaranya mengajak dengan ramah. Ketika kami menyetujui dan mendorongnya, barulah dia berani naik ke atasnya. Kelihatan sekali bahwa dia merasa senang dan bangga dapat naik ke atas kendaraan itu.

Berikut beberapa foto yang terambil ketika Anugrah sedang naik kendaraan besar, yaitu kendaraan pengeras jalan, truk pemadam kebakaran, dan kendaraan lapis baja.



Wednesday, October 20, 2010

Panjat Dinding / Wall Climbing




Keluarga Homeschooling 'Belajar Bersama' sedang mengadakan kegiatan rutin mingguan yaitu panjat dinding/wall climbing. Kegiatan ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan pengembangan motorik kasar anak dan sekaligus sosialisasi. Awalnya saya pikir ini adalah acara yang baik untuk anak laki-laki, tapi ternyata Kasih juga menikmati kegiatan ini dan selalu bersemangat ketika tiba saat latihan.

Kegiatan panjat dinding ini dipandu oleh seorang pelatih, yang memang memiliki kemampuan dalam memanjat dinding. Mas Isa, nama pelatihnya, selain memiliki kemampuan juga memiliki kesabaran dalam menghadapi anak-anak. Bayangkan, setiap latihan beliau harus menolong minimal empat orang anak yang masih pemula tapi bersemangat sekali. Meskipun demikian beliau tetap tenang dan menolong mereka satu persatu dengan sabar.

Sampai saat ini Kasih sudah bisa memanjat di bagian yang datar, dan juga dinding yang tinggi. Ketika melihatnya, wuih, ngeri sekali karena sangat tinggi. Tapi Kasih tenang-tenang saja dan kelihatan menikmatinya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...