Showing posts with label eksperimen. Show all posts
Showing posts with label eksperimen. Show all posts

Tuesday, June 4, 2013

Ekstraksi DNA

 Beberapa waktu lalu, kami menonton Festival STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di halaman Museum Geologi Bandung. Di sana banyak stand yang menarik, mulai dari stand astronomi, farmasi, biologi, robotik, sampai pertunjukan sains oleh Bapak Hizkia Achmad, salah satu dosen senior di jurusan Kimia ITB.

Salah satu stand yang kami kunjungi adalah Jurusan Biologi ITB. Di sana Kasih mendapat penjelasan tentang ekstraksi buah tomat untuk mengidentifikasi DNA-nya.

Terinspirasi oleh penjelasan itu, Kasih mencoba melakukan eksperimen sendiri untuk mengidentifikasi DNA. Step-step percobaan tersebut akan dijelaskan oleh Kasih dalam video berikut:

Saturday, April 20, 2013

Membuat Api Dengan Kaca Pembesar

Halo, apa kabar?

Setelah lama tidak menulis di blog, di beberapa postingan selanjutnya saya mencoba menuliskan lagi kegiatan anak-anak kami. Kebanyakan yang bisa saya rekam adalah kegiatan membuat percobaan atau eksperimen.

Kali ini anak-anak mencoba membuat api dengan menggunakan loop (kaca pembesar). Mereka mendapat benda 'ajaib' ini sebagai oleh-oleh dari ayah dan dari rumah eyang mereka di Solo.

Kenapa saya menyebutnya sebagai benda ajaib? Karena kaca pembesar bisa mengumpulkan panas matahari dan mengubahnya menjadi api. Api beneran, yang bisa membakar? Iya dong, memangnya ada api yang lain, hehehe..

Trus, syaratnya apa dan caranya bagaimana?

Syaratnya: Ketika melakukan percobaan mesti ada cahaya matahari langsung/ cuaca harus cerah. Caranya gampang, arahkan satu sisi kaca pembesar ke cahaya matahari, dan satu sisinya lagi ke kertas/daun kering. Gerakkan kaca pembesar mendekati atau menjauhi matahari sehingga terlihat ada satu titik di kertas atau daun kering. Kalau sudah kelihatan satu titik, jagalah agar posisi kaca pembesar tidak bergeser. Perhatikan deh, dalam beberapa detik akan muncul api dan membakar kertas atau daun itu.

Hal-hal yang perlu diwaspadai, jangan menggunakan terlalu banyak daun kering, karena api akan mudah membesar dan menyebar ke mana-mana. Selain itu, dipastikan adanya pengawasan orang dewasa/orang tua ketika melakukan percobaan ini.

Yuk, dicoba! Pasti menyenangkan bermain sambil belajar..

Membuat Api1

Membuat Api2

Monday, May 7, 2012

Bouncing Bubble

Gelembung yang tahan lama dan tidak gampang pecah? Bisa dibuat dengan resep berikut:

1 cup air bersih (distilled water preferred)
2 tbsp sabun cuci piring
1 tbsp gliserin (bisa dibeli di toko bahan kimia)
sarung tangan

semua bahan dicampur rata lalu didiamkan minimal 24 jam.

Hasilnya, gelembung bisa dijadikan mainan seperti dalam video ini.. selamat mencoba!


Wednesday, March 21, 2012

Mengapa Lilinnya Mati?

Percobaan dengan lilin ini pasti disukai oleh anak-anak, karena mereka biasanya selalu memperhatikan bagaimana lilin bisa menyala, dan apa yang terjadi jika lilin tersebut diperlakukan sedemikian rupa.

Bahan dan alat yang digunakan:
- empat batang lilin
- korek api
- air
- pewarna
- piring
- gelas bening
- karet gelang

Cara melakukan percobaan:
- tuang air ke atas piring dan tetesi dengan pewarna
- nyalakan sebatang lilin lalu tegakkan perlahan-lahan di atas piring yang berisi air
- ambil gelas dan tutup lilin dengan gelas hingga mulut gelas menempel ke dasar piring, perhatikan bahwa lilin akan padam dan air di piring akan naik ke dalam gelas.
- beri tanda untuk mengetahui tinggi air yang naik pada gelas dengan menggunakan karet gelang.
- ulangi percobaan dengan menggunakan jumlah lilin yang berbeda.

Di sini kami melihat bahwa semakin banyak lilin yang digunakan, maka semakin cepat lilin padam ketika ditutup dengan gelas dan level air yang ada di dalam gelas juga semakin tinggi. Juga ada gas/uap yang keluar dari lilin ketika lilin dibakar.


Monday, February 27, 2012

Kesetimbangan

Bisakah kamu membuat sebutir telur berdiri di atas meja? Atau bisakah botol berdiri di atas meja dalam posisi miring?

Kasih mencoba melakukan ini dengan menebarkan sedikit garam di atas meja, lalu dengan konsentrasi penuh menegakkan sebutir telur mainan di atasnya. Setelah mencoba berkali-kali akhirnya telur bisa berdiri. Selain itu Kasih juga mencoba dengan botol dan batere, dengan mencoba membuat botol dan batere berdiri dalam posisi miring.

Agar kelihatan lebih 'hebat', setelah telur dan botol itu bisa 'berdiri', tiuplah sisa-sisa garam di sekeliling botol dan telur sehingga teman-temanmu tidak bisa melihatnya dan mereka takjub karena kamu bisa membuat sebuah pertunjukan sulap yang hebat! :)

Telur bisa berdiri di atas meja

Batere berdiri dalam posisi miring

Botol pun bisa berdiri dalam posisi miring :)

Sunday, December 18, 2011

Belajar Hukum Newton Pertama

"Bunda, kenapa kalau mobil tiba-tiba berhenti, aku merasa didorong ke depan, dan kalau mobil maju, aku merasa bergerak ke belakang?" tanya Kasih ketika kami sedang berada di perjalanan.

Ayah menjawab, "Itu namanya hukum kelembaman, Kasih." Saya mencoba menjelaskan, "Iya, setiap benda yang diam akan tetap berada dalam posisi diam sampai diberikan gangguan dari luar. Dan setiap benda yang bergerak lurus akan tetap bergerak lurus selama tidak ada gangguan dari luar." Kelihatannya dia bingung dengan penjelasan kami. Lalu dia berkata, "Aku mau mencoba mempertahankan posisiku (berusaha melawan hukum kelembaman)." Dia berusaha bertahan ketika mobil berhenti, dan ternyata sulit sekali. Demikian juga ketika mobil maju, ternyata dia tetap bergerak ke belakang, walaupun sedikit.

Malamnya, sambil membaca buku, kami menonton beberapa eksperimen di youtube, yang membuktikan bahwa hukum kelembaman itu memang benar. Lalu Kasih mencoba melemparkan selembar kertas ke depannya. "Aku ngerti sekarang, kalau kita melempar sebuah benda, benda itu akan tetap bergerak lurus, tapi karena ada gaya gravitasi, dia berbelok ke bawah," kata Kasih. Wah, ternyata dia malah menjelaskan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh saya.

Sumber gambar: di sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...